|
Written by Administrator
|
|
Monday, 11 April 2011 13:27 |
|
Sulawesi Selatan Keterangan  Kapal layar Spanyol dan Portugis serta para pedagang Inggris dan Belanda mengarungi lautan Sulawesi Selatan untuk menguasai rempah-rempah. Mereka dikawal “prajurit perang” untuk bertahan dari serangan bajak laut Bugis dan Makasar. Keduanya terkenal sebagai pelaut ulung dan bermata pencaharian di laut. Sejarah Sejak awal abad ke-14, di wilayah terdapat beberapa kerajaan dan yang paling terkenal adalah kerjaan Luwu, Gowa, Soppeng, Tallo, dan Bone. Pengaruh budaya Eropa telah ada sejak abad ke-16, ketika Portugis tiba di Makasar dan mencari dukungan dari raja Gowa. Kerajaan Bone dan Gowa berperang tahun 1562 namun kemudian sepakat berdamai. Setelah mengalami pergolakan melawan penjajah Belanda dan pendudukan Jepang, Sulawesi Selatan akhirnya menjadi sebuah provinsi Indonesia tahun 1964. Transportasi Ada banyak penerbangan setiap hari dari Jakarta, Bali, Surabaya, dan Manado. Melalui jalan beraspal dengan tanjakan yang berkelok-kelok, rasakan udara yang segar dan sejuk dengan pemandangan alamnya, menjadikan perjalanan dengan mobil menjadi menyenangkan. Masyarakat dan Budaya Orang Makasar dan Bugis adalah masyarakat yang religious, kebanyakan masyarakatnya beragama Muslim yang taat. Masyarakat Bugis adalah salah satu pelaut terbaik di dunia. Pelaut-pelaut Bugis, Bajau, Buto, dan Makasar telah melakukan perdagangan dengan negara-negara tetangga, dan yang paling menonjol dengan masyarakat Aborigin Australia selama ratusan tahun. Kuliner Sulawesi Selatan merupakan surga bagi pecinta kuliner. Mulai dari seafood, Chinese food atau makanan yang paling terkenal yaitu soto makasar. Sop saudara mirip dengan soto tapi rasanya lebih tawar daripada. Konro juga salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang terkenal lezat. Untuk cemilan, Anda mungkin ingin mencoba jalangkote, sejenis kue kering dengan isi yang lezat dan dimakan dengan saus cabai. Untuk makanan penutup, cobalah pisang epe, yaitu pisang yang disiram saus gula merah, biasanya dicampur nangka atau durian. Es palung butu, terbuat dari irisan pisang, es batu, santan, dan sirup merah, rasanya segar dan lezat. Pisang hijau adalah pisang yang dilapisi adonan terigu dan daun pandan, Dipotong lalu disiram sirup cocopandan. |
|
Last Updated on Saturday, 14 January 2012 12:49 |